Tidak dipungkiri bahwa iman yang naik turun sedikit banyak dipengaruhi oleh suasana atau lingkungan. Salah satu faktor penting dalam lingkungan adalah tetangga
Sangat penting bagi Ayah dan Bunda memilih tetangga yang baik, sebab tetangga bisa memberi pengaruh besar baik dari sisi kebaikan dan keburukan untuk keluarga terutama anak-anak.
Sebagaimana Abbas bin AbdulMuthalib yang bertetangga Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, sehingga anak beliau menjadi pribadi yang luar biasa. MasyaAllah..
Kalau sudah terlanjut bertetangga dengan yang kurang baik perangainya, bagaimana?
Bismillah, mari ingatkan dengan cara yang ma'ruf dan hikmah tidak menghakimi, tonjolkan akhlak sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Salah satu yang mempengaruhi kenapa iman naik turun itu adalah suasana agama, sebagaimana para sahabat hidup didalam suasana agama sehingga terjaga keimanan mereka
Maka dari itu ayah bunda, sangat penting memilih tetangga yang baik dan menjauhi tetangga yang buruk sebab tetangga bisa memberi pengaruh besar baik dari sisi kebaikan dan keburukan
Rasulullah telah menafikan iman dari orang yang tidak memberi rasa aman kepada tetangganya, sebagaimana sabda Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
وَاللهِ لاَ يُؤْمِنُ وَاللهِ لاَ يُؤْمِنُ وَاللهِ لاَ يُؤْمِنُ، قِيْلَ مَنْ يَا رَسُلَ الله؟ قال الذي يَأْمَنُ جَارَهُ بَوَائِقَهُ
“Demi Allah ia tidak beriman, demi Allah ia tidak beriman dan demi Allah ia tidak beriman. Ditanyakan: Siapakah wahai Rasulullah? Beliau bersabda,”Orang yang tetangganya tidak merasa aman dengannya.” [HR Bukhari dan Muslim].
Ahli hikmah mengatakan,”Pilihlah tetangga lebih dahulu, baru rumah”.
Namun jika sudah terlanjur mendapatkan tetangga yang kurang baik perangainya maka alangkah lebih baik, kita mendakwahinya dengan cara yang ma’ruf dan hikmah tidak menghakimi, tonjolkan akhlak sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. [ ]
Komentar
Posting Komentar