PERLUKAH MENGAJAK ISTRI JALAN-JALAN ?
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam adalah sosok suami yang paling mesra terhadap istri-istrinya. Demikian pula ia memerintahkan umatnya khususnya para suami agar senantiasa menyayangi dan berlaku baik kepada ahlu keluarga khsususnya kepada istrinya. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, “Yang terbaik di antara kalian adalah yang terbaik terhadap keluarga/istrinya. Dan saya adalah orang yang paling baik terhadap istri/keluargaku.” (HR Tirmidzi).
Berikut ini kami nukilkan beberapa riwayat dari
hadits-hadits Nabawi yang akan menjadi tips bagi kita para suami agar bisa
memperlakukan pasangan kita dengan baik sehingga keutuhan rumah tangga
senantiasa terjaga dalam ridhaNya.
1. Membukakan
pintu untuk istri, baik di kendaraan, rumah dan lainnya
Dari Anas radhiyallahu 'anhu , dia berkata: “Kemudian kami
pergi menuju Madinah (dari Khaibar). Aku lihat Nabi shallallahu 'alaihi
wasallam menyediakan tempat duduk yang empuk dari kain di belakang unta beliau
untuk Shafiyyah (istri beliau). Kemudian beliau duduk di samping untanya sambil
menegakkan lutut beliau dan kemudian Shafiyyah naik dengan meletakkan kakinya
di atas lutut beliau sehingga dia bisa menaiki unta tersebut.” (HR Bukhari)
Subhanallah, dari riwayat diatas kita bisa ketahui bagaimana
perlakuan Rasulullah kepada istrinya. Beliau memperlakukan istrinya bak seorang
putri raja. Di zaman sekarang, Istilah yang cukup akrab di telinga kita “Ladies
First” ternyata sudah dilakukan Rasulullah sejak berabad-abad yang lalu, disaat
kebudayaan lain di dunia saat itu menganggap wanita sebagai makhluk hina,
bahkan diragukan statusnya sebagai “manusia”.
Pemandangan seperti ini memberikan kesan begitu mendalam
yang menunjukkan ketawadhu’an beliau. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam
selaku pemimpin yang berjaya dan seorang Nabi yang diutus- memberikan teladan
kepada umatnya bahwa bersikap tawadhu’ kepada istri, mempersilakan lutut beliau
sebagai tumpuan, membantu pekerjaan rumah, membahagiakan istri, sama sekali
tidak mengurangi derajat dan kedudukan beliau.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam adalah sosok suami
yang sangat romantis. Sungguh hal yang romantis dan bisa menimbulkan rasa kasih
sayang jika kita bisa membiasakan mencium istri/suami ketika hendak bepergian
atau baru pulang.
Nabi sering mencium Aisyah dan itu tidak membatalkan puasa.
(HR Nasai dalam Sunan Kubra II/204)
Dari ‘Aisyah ra, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam
biasa mencium istrinya setelah wudhu’, kemudian beliau shalat dan tidak
mengulangi wudhu’nya.” (HR
‘Abdurrazaq)[1]
3. Makan
sepiring berdua
Dari Aisyah radhiyallahu 'anha, ia berkata : Saya dahulu
biasa makan bubur bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam.” (HR. Bukhari)
Dari Aisyah radhiyallhu 'anha, ia berkata : “Aku biasa minum
dari gelas yang sama (dengan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ) bahkan
ketika haidh, lalu Nabi mengambil gelas
tersebut dan meletakkan mulutnya di tempat aku meletakkan mulut, lalu beliau
minum.” (HR Abdurrazaq)
Demikian pula dalam
riwayat imam Muslim Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah minum di gelas
yang digunakan Aisyah dan beliau juga pernah makan daging yang pernah digigit
Aisyah.” (HR Muslim)
4. Suami
menyuapi istri
Dari Saad bin Abi Waqosh radhiyallahu 'anhu berkata, bahwa
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda : “Dan sesungguhnya jika
engkau memberikan nafkah, maka hal itu
adalah sedekah, hingga suapan nasi yang engkau suapkan ke dalam mulut istrimu.“
(Mutafaqun ‘Alaih)
Apabila seorang isteri makan bersama suaminya dan suami
menyuapi makanan tersebut ke mulut isterinya, niscaya ia akan mendapatkan
pahala dan hal itu akan memperkokoh kecintaan isterinya. Sesuatu yang tidak
bisa dipungkiri, bahwa saling menyuapi dapat menguatkan jalinan kasih sayang
antara suami dan isteri.
5. Berlemah
lembut, melayani dan memanjakan istri sakit
Diriwayatkan oleh Aisyah radhiyallahu 'anha, nabi
shallallahu 'alaihi wasallam adalah orang yang penyayang lagi lembut. Beliau
orang yang paling lembut dan banyak menemani istrinya yang sedang mengadu atau
sakit. (Mutafaqun ‘Alaih)
6. Bersenda
gurau,bermain untuk membangun kemesraan
Dari Zaid bin Tsabit, ia berkata tentang Rasulullah
shallallahu 'alaihi wasallam : “Beliau orang yang suka bercanda dengan
istrinya.” (HR Bukhari)
Aisyah dan Saudah pernah saling melumuri muka dengan
makanan. Dan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tertawa melihat tingkah
keduanya. (HR Nasa’i)
Umul Mukminin Aisyah Menceritakan : “Pada suatu ketika aku
ikut bersama Rasulullah dalam sebuah lawatan. Pada waktu itu aku masih seorang
gadis yang ramping. Beliau memerintahkan rombongan agar bergerak terlebih
dahulu. Mereka pun berangkat mendahului kami. Kemudian beliau berkata kepadaku,
“Kemarilah! sekarang kita berlomba lari.” Aku pun meladeninya dan akhirnya aku
dapat mengungguli beliau.
Beliau hanya diam saja atas keunggulanku tadi. Hingga pada
kesempatan lain, ketika aku sudah agak gemuk, aku ikut bersama beliau dalam
sebuah lawatan. Beliau memerintahkan rombongan agar bergerak terlebih dahulu.
Kemudian beliau menantangku berlomba kembali. Dan akhirnya beliau dapat
mengungguliku. Beliau tertawa seraya berkata, “Inilah penebus kekalahan yang
lalu!” (HR. Ahmad)
Dari Ummu Kaltsum binti Abu Salamah, ia berkata, “Ketika
Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menikah dengan Ummu Salamah (ibunya), beliau
bersabda kepadanya, Sesungguhnya aku pernah hendak memberi hadiah kepada Raja
Najasyi sebuah pakaian berenda dan beberapa botol minyak kasturi, namun aku
mengetahui ternyata Raja Najasyi telah meninggal dunia dan aku mengira hadiah
itu akan dikembalikan. Jika hadiah itu memang dikembalikan kepadaku, aku akan
memberikannya kepadamu.”
Ia (Ummu Kultsum) berkata, “Ternyata keadaan Raja Najasyi
seperti yang disabdakan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, dan hadiah
tersebut dikembalikan kepada beliau, lalu beliau memberikan kepada
masing-masing istrinya satu botol minyak kasturi, sedang sisa minyak kasturi
dan pakaian tersebut beliau berikan kepada Ummu Salamah.” (HR Ahmad)
8. Tiduran di pangkuan
istri
Dari ‘Aisyah, ia berkata, “Nabi shallallahu 'alaihi wasallam
biasa meletakkan kepalanya di pangkuanku walaupun aku sedang haidh, kemudian
beliau membaca al-Qur’an.” (HR ‘Abdurrazaq)
10. Mengajak istri makan di luar
Anas radhiyallahu 'anhu menceritakan bahwa ada tetangga
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam -seorang Persia- sangat pandai membuat masakan gulai. Pada
suatu hari dia membuatkan masakan gulai yang enak untuk Rasulullah n. Lalu dia
datang menemui Rasululiah shallallahu 'alaihi wasallam untuk mengundang makan
beliau. Beliau bertanya: “Bagaimana dengan ini? (maksudnya Aisyah).” Orang itu
menjawab: “Tidak.” Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata: “(Kalau
begitu) aku juga tidak mau.” Orang itu kembali mengundang Rasulullah,,,,,,
,,,,,,, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kembali bertanya: “Bagaimana
dengan ini?” Orang itu menjawab: “Tidak.” Rasulullah shallallahu 'alaihi
wasallam kembali berkata: “Kalau begitu, aku juga tidak mau.”
Tidak lama kemudian, orang itu kembali mengundang Rasulullah
shallallahu 'alaihi wasallam dan beliau kembali bertanya: “Bagaimana dengan
ini?” Pada yang ketiga kalinya ini orang Persia itu mengatakan: “Ya.” Akhirnya
mereka bangun dan segera berangkat ke rumah laki-laki itu.” (HR Muslim)
11. Mengajak istri jika hendak ke luar kota.
Aisyah berkata : “Biasanya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam
apabila ingin melakukan suatu perjalanan, beliau melakukan undian di antara
para istrinya. Barangsiapa yang keluar nama/nomor undiannya, maka dialah yang
ikut pergi bersama beliau.” (HR Bukhari dan Muslim)
12. Menghibur diri bersama istri ke luar rumah
(entertainment)
Dari Aisyah radhiyallahu 'anha, dia berkata: “Pada suatu
hari raya orang-orang berkulit hitam mempertontonkan permainan perisai dan
lembing. Aku tidak ingat apakah aku yang meminta atau Nabi shallallahu 'alaihi
wasallam sendiri yang berkata padaku : ‘Apakah engkau ingin melihatnya?’Aku
menjawab: ‘Ya.’ Lalu beliau menyuruhku berdiri di belakangnya. Pipiku menempel
ke pipi beliau. Beliau berkata : ‘Teruskan permainan kalian, wahai Bani Arfidah
(julukan orang-orang Habsyah)!’ Hingga ketika aku sudah merasa bosan beliau
bertanya: ‘Apakah kamu sudah puas?’Aku jawab: ‘Ya.’ Beliau berkata : ‘Kalau
begitu, pergilah!.” (HR Bukhari dan Muslim)
14. Suami mengantar istri
Kadang banyak dari kita malas mengantar istri kita
bepergian. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana jika istri saya keluar rumah
sendirian, ada masalah di jalan dia kebingungan.
Shafiyyah, istri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam,
menceritakan bahwa dia datang mengunjungi Rasulullah ketika beliau sedang
melakukan i’tikaf pada hari sepuluh yang terakhir dari bulan Ramadhan. Dia
berbicara dekat beliau beberapa saat, kemudian berdiri untuk kembali. Nabi
shallallahu 'alaihi wasallam juga ikut berdiri untuk mengantarkannya.”
Dalam riwayat lain diceritakan, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam sedang berada di
masjid. Di samping beliau ada para istri beliau. Kemudian mereka pergi
(pulang). Lantas Nabi berkata kepada Shafiyyah "Jangan terburu-buru, agar
aku dapat pulang bersamamu.” (HR Bukhari dan Muslim)
15. Suami istri berjalan dimalam hari
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam datang pada malam
hari, kemudian beliau mengajak Aisyah berjalan-jalan dan berbincang-bincang (HR
Muslim)
16. Panggilan khusus pada istri
Di antara keelokan budi pekerti Rasulullah shallallahu
'alaihi wasallam dan keharmonisan rumah tangga beliau ialah memanggil
istri-istrinya dengan panggilan kesayangan. Dan beliau sering mengabarkan
kepada istri-istrinya berita yang menggembirakan bahkan membuat jiwa serasa
melayang-layang.
Nabi shallallahu 'alaihi wasallam juga memanggil Aisyah
dengan Humairah artinya yang kemerah-merahan pipinya. Terkadang beliau juga
suka memanggil sebutan “aisy/aisyi”,
dalam culture arab pemenggalan huruf terakhir menunjukan panggilan manja/tanda
sayang. Mungkin serupa dengan kata
'sayang' yang terkadang diucapkan 'Ayang'.
Aisyah radhiyallahu 'anha menuturkan, “Pada suatu hari
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata kepadanya, ‘Wahai ‘Aisy
(panggilan kesayangan ‘Aisyah), Malaikat Jibril ‘alaihissalam tadi menyampaikan
salam buatmu.” (Muttafaq ‘alaih)
17. Memberi sesuatu yang menyenangkan istri
Dari Said bin Yazid, bahwa ada seorang wanita datang menemui
Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, kemudian Nabi bertanya kepada ‘Aisyah :
“Wahai ‘Aisyah, apakah engkau kenal dia?” ‘Aisyah menjawab: “Tidak, wahai Nabi
Allah.” Lalu, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: “Dia itu Qaynah dari
Bani Fulan, apakah kamu mau ia bernyanyi untukmu?”, maka kemudian bernyanyilah
qaynah itu untuk ‘Aisyah. (HR. An Nasa’i)
18. Memperhatikan perasaan istri
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :
“Sesungguhnya ketika seorang suami memandang istrinya dan begitu pula dengan
istrinya, maka Allah memandang mereka dengan penuh rahmat, manakala suaminya
merengkuh telapak tangan istrinya dengan mesra, berguguranlah dosa-dosa suami
istri itu dari sela jemarinya.” (HR Maisarah dari Abu Sa’id Alkhudzri )
19. Segera menemui istri jika tergoda.
Dari Jabir, sesungguhnya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam
bersabda, “Wanita, kalau menghadap, ia menghadap dalam rupa (godaan) setan.
Bila seseorang di antara kamu melihat seorang wanita yang menarik, hendaklah ia
datangi istrinya, karena pada diri istrinya ada hal yang sama dengan yang ada
pada wanita itu.” (HR Tirmidzi)
21. Membantu pekerjaan rumah tangga
Umul Mukminin Aisyah pernah ditanya : “Apa yang dilakukan
Nabi shallallahu 'alaihi wasallam di rumahnya?” Aisyah menjawab: “Beliau ikut
membantu melaksanakan pekerjaan keluarganya.” (HR Bukhari)
23. Mendinginkan kemarahan istri dengan mesra
Nabi shallallahu 'alaihi wasallam biasa memijit hidung
Aisyah jika ia marah dan beliau berkata, “Wahai ‘Aisy, bacalah do’a: ‘Wahai
Tuhanku, Tuhan Muhammad, ampunilah dosa-dosaku, hilangkanlah kekerasan hatiku,
dan lindungilah diriku dari fitnah yang menyesatkan.” (HR. Ibnu Sunni)
25. Mandi romantis bersama pasangan
Aisyah radhiyallahu 'anha berkata,“Aku biasa mandi berdua
bersama n dari satu bejana.” (HR. Al-Bukhari)
26. Disisir istri
Dari ‘Aisyah radhiyallahu 'anha, ia berkata, “Saya biasa
menyisir rambut Rasulullah n.” (HR Ahmad)
27. Makan dan minum bergantian pada tempat yang sama
Dari ‘Aisyah, dia berkata, “Saya biasa minum dari muk yang
sama ketika haidh, lalu Nabi mengambil muk tersebut dan meletakkan mulutnya di
tempat saya meletakkan mulut saya, lalu beliau minum, kemudian saya mengambil
muk, lalusaya menghirup isinya, kemudian beliau mengambilnya dari saya, lalu
beliau meletakkan mulutnya pada tempat saya meletakkan mulut saya, lalu beliau
pun menghirupnya.” (HR ‘Abdurrazaq)
Sedangkan dalam riwayat yang lain, Aisyah berkata, “Suatu
ketika aku minum, dan aku sedang haidh, lantas aku memberikan gelasku kepada
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan beliau meminumnya dari mulut gelas
tempat aku minum. Dalam kesempatan lain aku memakan sepotong daging, lantas
beliau mengambil potongan daging itu dan memakannya tepat di tempat aku
memakannya.” (HR. Muslim)
28. Membelai istri
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tidak melewatkan
kesempatan sedikit pun kecuali beliau manfaatkan untuk membahagiakan dan
menyenangkan hati istri melalui hal-hal yang dibolehkan.
Aisyah mengatakan “Adalah Rasulullah shallallahu 'alaihi
wasallam biasa mengelilingi kami semua (istrinya) seorang demi seorang. Beliau
menghampiri dan membelai kami meskipun tidak mencampuri kami.” (HR Ahmad)
Demikian sekelumit gambaran romantisme junjungan kita dalam
rumah tangganya. Semoga risalah yang singkat ini mampu memberikan suasana baru
dalam kehidupan rumah tangga kita. Amin.
“Dan bergaullah dengan mereka (para istri) secara patut.
Kemudian jika kamu tidak menyukai sesuatu dari mereka maka bersabarlah, karena
mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan
yang banyak.” (An-Nisa: 19)
Wallahu a’lam bish shawab.

Komentar
Posting Komentar