DO'A KETIKA AQIQAH
Aqiqah adalah sunnah Rasul yang didefinisikan sebagai penyembelihan hewan dalam rangka penebusan seorang anak. Sebab, sebagaimana sabda Nabi saw dalam hadits riwayat Abu Dawud nomor 1522, tubuh seorang anak itu tergadaikan sampai ia diaqiqahi:
الْغُلاَمُ
مُرْتَهَنٌ بِعَقِيْقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ اْلسَّابِعِ وَيُحْلَقُ رَأْسَهُ
وَيُسَمَّى
"Seorang anak tergadaikan dengan (tebusan)
aqiqah yang disembelih untuknya di hari yang ke tujuh, dicukur rambut kepalanya
dan diberi nama.” Hewan yang disembelih
dalam Aqiqoh ialah dua ekor kambing bagi anak lelaki dan satu ekor kambing bagianak perempuan. Kriteria tentang kambing yang bagaimana yang layak dijadikan
sebagai aqiqoh sama dengan kambing yang layak untuk berkurban.
Lajnah Ta’lif Pustaka Gerbang Lama, Pondok Pesantren
Lirboyo, dalam buku Menembus Gerbang Langit; Kumpulan Doa Salafus Shalih
(Lirboyo, Pustaka Gerbang Lama, 2010), hal. 120-123, telah mengumpulkan
beberapa doa berkaitan dengan aqiqah:
Doa
ketika menyembelih hewan:
بِسْمِ
اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ [ اللهم مِنْكَ وَلَكَ ] اللهم تَقَبَّلْ مِنِّي هَذِهِ عَقِيْقَةُ
...
Bismillâhi walLâhu Akbar. Allahumma minka wa laka.
Allahumma taqabbal minni. Hadzihi ‘aqiqatu…(sebutkan nama bayi)
Dengan menyebut asma Allah. Allah Maha Besar. Ya
Allah, dari dan untuk-Mu. Ya Allah, terimalah dari kami. Inilah aqiqahnya …
(sebutkan nama bayi)
Doa ketika mencukur bayi:
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ الْحَمْدُ
لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ أَللهم نُوْرُ السَّمَاوَاتِ وَنُوْرُالشَّمْسِ وَالْقَمَرِ,
اللهم سِرُّ اللهِ نُوْرُ النُّبُوَّةِ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهِ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
Bismillâhirrahmânirrahîm. Alhamdulillâhirabbil
‘âlamîn. Allâhumma nûrus samâwâti wa nûrusy syamsyi wal qamari, Allâhumma
sirruLlâhi nûrun nubuwwati RasuluLlâhi ShallaLlâhu ‘alaihi wasallam
walhamduliLlâhi Rabbil ‘âlamin.
“Dengan menyebut asma Allah Yang Maha Pengasih lagi
Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, Ya Allah, cahayalangit, matahari dan rembulan. Ya Allah, rahasia Allah, cahaya kenabian,
Rasululullah SAW, dan segala puji Bagi Allah, Tuhan semesta alam.”
Doa meniup ubun-ubun bayi setelah dicukur:
اللَّهُمَّ إِنِّي أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا
مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
Allâhumma innî u’îdzuhâ bika wa dzurriyyatahâ minasy
syaithânir rajîm
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon perlindungan untuk dia dan keluarganya dari setan yang terkutuk.”

Komentar
Posting Komentar