AQIQAH ANAK LAKI-LAKI BOLEHKAH DICICIL?
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu dinyatakan ;
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَقَّ عَنِ
الْحَسَنِ، وَالْحُسَيْنِ كَبْشًا كَبْشًا
“Bahwasannya Rasulullah
shollallohu ‘alaihi wasallam mengaqiqahi untuk Hasan dan Husain dengan
masing-masing satu kambing.” (Sunan Abu Dawud, no.2841)
Dari hadits tersebut dapat dipahami bahwa jika seseorang telah menyembelih satu ekor kambing untuk mengaqiqahi anak lelaki karena kemampuannya hanya menyembelih satu ekor, maka ia sudah melaksanakan aqiqah sesuai ketentuan(maksudnya dia sudah termasuk mengamalkan sunah aqiqah.).
Syekh Nawawi Banten dalam Hasyiyah
Fathil Qarib yang lebih dikenal Tausyih ala Ibni Qasim mengatakan:
ويحصل أصل السنة عن الغلام بشاة لأنه صلى الله عليه وسلم عق عن الحسن والحسين
كبشا كبشا
Artinya, “orang tua
sudah terhitung mengamalkan sunah aqiqah bagi anak laki-lakinya kendati
menyembelih hanya seekor kambing. Pasalnya, Rasulullah SAW sendiri
mengaqiqahkan dua cucunya Hasan dan Husein dengan dua ekor domba. Masing-masing
satu ekor.”
Namun jika dikemudian hari ia memiliki kemampuan untuk menyembelih lagi
satu ekor untuk menggenapkan penyembelihan 2 ekor kambing bagi satu anak
lelaki, itu malah lebih baik, sebab memang dianjurkan untuk menyembelih 2 ekor
kambing untuk mengaqiqahi seorang lelaki, berdasarkan hadits yang diriwayatkan
Aisyah radhiyallahu ‘anha;
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَهُمْ عَنِ
الغُلَامِ شَاتَانِ مُكَافِئَتَانِ، وَعَنِ الجَارِيَةِ شَاةٌ
“Bahwasanya Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kepada para sahabat untuk
mengaqiqahkan anak laki-lakinya dengan dua kambing yang besar dan untuk anak
perempuan cukup satu kambing” (Sunan turmudzi, no.1513).
Perihal jumlah aqiqah ini Syekh Abdullah bin Hijazi As-Syarqawi angkat
bicara dalam karyanya, Hasyiyatus
Syarqawi ala Tuhfatit Thullab sebagai berikut.
فالأقل من الذكر وغيره شاة وأقل الكمال فيه شاتان والكمال لا حد له
Sebenarnya satu ekor kambing menjadi batas minimal aqiqah untuk bayi
lelaki dan bayi perempuan. Sementara dua ekor kambing merupakan batas minimal
kesempurnaan aqiqah untuk bayi laki-laki. Agama sendiri tidak membatasi jumlah
kambing untuk kesempurnaan aqiqah.
Syaikh Mula Ali Al-Qori ketika membahas tentang hadits yang meriwayatkan
bahwa Nabi hanya menyembelih satu ekor kambing untuk mengaqiqahi Hasan, beliau
menjelaskan bahwa hadits ini bisa saja menjelaskan kebolehan dan dianggap
cukupnya penyembelihan minimal (hanya satu ekor), atau menunjukkan bahwa penyembelihan
2 ekor kambing untuk seorang anak lelaki tidak harus dilakukan pada hari
ketujuh sekaligus, jadi dimungkinkan penyembelihan pertama dilakukan pada hari
kelahiran dan penyembelihan kedua dilakukan pada hari ketujuh. Kesimpulan
tersebut dihasilkan dari penggabungan beberapa riwayat berbeda mengenai masalah
jumlah hewan yang disembelih untuk aqiqah.
Kesimpulannya penyembelihan 2 ekor kambing untuk mengaqiqahi seorang anak
lelaki bisa dicicil, menyembelih seekor dulu lalu menyembelih seekor lagi ketika
sudah mampu. Wallahu a’lam.
Referensi:
1. Mughnil Muhtaj, juz 4 hal. 293
ﻭﻳﺘﺄﺩﻯ ﺃﺻﻞ ﺍﻟﺴﻨﺔ ﻋﻦ ﺍﻟﻐﻼﻡ ﺑﺸﺎﺓ ﻭﺍﺣﺪﺓ ﻟﻤﺎ ﺭﻭﻯ ﺃﺑﻮ ﺩﺍﻭﺩ ﺑﺈﺳﻨﺎﺩ ﺻﺤﻴﺢ: ﺃﻧﻪ ﺹ
ﻋﻖ ﻋﻦ ﺍﻟﺤﺴﻦ ﻭﺍﻟﺤﺴﻴﻦ ﻛﺒﺸﺎ ﻛﺒﺸﺎ
2. Al-Manhajul Qowim, juz 1 hal. 384
ﻭﺇﻧﻤﺎ ﻳﺠﺰﻯﺀ ﻓﻲ ﺍﻟﻌﻘﻴﻘﺔ ﺷﺎﺓ ﺑﺼﻔﺔ ﺍﻷﺿﺤﻴﺔ ﻛﻤﺎ ﻣﺮ ﺳﻮﺍﺀ ﺍﻟﺬﻛﺮ ﻭﺍﻷﻧﺜﻰ ﻭ ﻟﻜﻦ
ﺍﻷﻛﻤﻞ ﺷﺎﺗﺎﻥ ﻣﺘﺴﺎﻭﻳﺘﺎﻥ ﻟﻠﺬﻛﺮ ﻭﻳﺤﺼﻞ ﺑﺎﻟﻮﺍﺣﺪﺓ ﻓﻴﻪ ﺃﺻﻞ ﺍﻟﺴﻨﺔ ﻟﻤﺎ ﺻﺢ ﺃﻣﺮﻧﺎ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ
ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺃﻥ ﻧﻌﻖ ﻋﻦ ﺍﻟﻐﻼﻡ ﺑﺸﺎﺗﻴﻦ ﻣﺘﺴﺎﻭﻳﺘﻴﻦ ﻭﻋﻦ ﺍﻟﺠﺎﺭﻳﺔ ﺑﺸﺎﺓ
3. Mirqotul Mafatih Syarah Misykatul Mashobih, juz 7 hal. 2689
والحديث يحتمل أنه لبيان الجواز في الاكتفاء بالأقل، أو دلالة على أنه لا يلزم من ذبح الشاتين أن يكون في يوم السابع، فيمكن أنه ذبح عنه في يوم الولادة كبشا وفي السابع كبشا، وبه يحصل الجمع بين الروايات، أو عق النبي – صلى الله عليه وسلم – من عنده كبشا. وأمر عليا أو فاطمة بكبش آخر، فنسب إليه – صلى الله عليه وسلم – أنه عق كبشا على الحقيقة وكبشين مجازا، والله أعلم

Komentar
Posting Komentar